RSU Universitas Kristen Indonesia

Jl. Mayjen Sutoyo No.2, RT.5/RW.11, Cawang, Kec. Kramat jati, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13530

Seputar Pentingnya Vaksin OK khususnya bagi Lansia

Seputar Pentingnya Vaksin OK khususnya bagi Lansia

 

Pemberian vaksin pada kelompok lansia diharapkan bisa ikut melindungi orang lain yang belum mendapat vaksin, yakni mencegah terjadinya infeksi dan penularan atau mencegah gejala berat yang berakibat fatal jika mereka tetap terinfeksi virus.

Selain itu, orang yang sudah divaksin dan beraktivitas di luar rumah diharapkan tidak membawa virus penyebab penyakit ke dalam rumah.

Desy Ria Simanjuntak, M.Kes dalam program Klinik RPK pada hari Jumat, 10 September 2021 di Radio RPK 96.30 fm menjelaskan pentingnya Vaksin OK untuk lansia dan berbincang tentang Vaksin. Sedikit rangkamuman tentang perbicangan tersebut adalah

Apa itu Vaksin Covid-19?

Vaksin adalah produk biologi yang berisi antigen berupa mikroorganisme atau bagiannya atau zat yang dihasilkannya yang telah diolah sedemikian rupa sehingga aman, yang apabila diberikan kepada seseorang akan menimbulkan kekebalan spesifik secara aktif terhadap penyakit tertentu.

Vaksinasi adalah proses di dalam tubuh sehingga seseorang menjadi kebal atau terlindungi dari suatu penyakit. Apabila suatu saat terpapar dengan penyakit tersebut maka orang tersebut tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan.

Vaksin bukanlah obat, vaksin mendorong pembentukan kekebalan spesifik tubuh agar terhindar dari tertular virus ataupun kemungkinan sakit berat. Selama belum ada obat khusus untuk COVID-19, maka vaksin COVID-19 yang aman dan efektif serta perilaku 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas) adalah upaya perlindungan yang bisa kita lakukan agar terhindar dari COVID-19.

 

Kenapa Harus Vaksin?

Vaksin akan merangsang pembentukan kekebalan terhadap penyakit tertentu pada tubuh seseorang. Setelah divaksin, tubuh akan mengingat virus atau bakteri pembawa penyakit, mengenali dan tahu cara melawannya. Vaksinasi tidak hanya bertujuan untuk memutus rantai penularan penyakit, tetapi juga dalam jangka panjang untuk mengeliminasi bahkan membasmi penyakit itu sendiri. Apabila seseorang tidak menjalani vaksinasi, maka ia tidak akan memiliki kekebalan spesifik terhadap suatu penyakit.

Vaksin diberikan hanya untuk mereka yang sehat, ada kriteria individu yang tidak boleh diimunisasi vaksin seperti :

Orang yang sedang sakit

Orang yang sedang sakit, tidak boleh menjalani vaksinasi. Jika sedang sakit, peserta harus sembuh terlebih dahulu sebelum vaksin.

Memiliki penyakit penyerta

orang dengan penyakit penyerta yang tidak terkontrol seperti diabetes atau hipertensi disarankan tidak menerima vaksin

Tidak sesuai usia

sesuai anjuran pemerintah, orang yang mendapat vaksin COVID-19 adalah kelompok usia 18+ tahun. artinya, mereka yang diluar kelompok tersebut seperti anak-anak, belum boleh menerima vaksin.

Penyintas COVID-19

bagi penyintas COVID-19, vaksinasi ditunda sampai tiga (3) bulan sejak dinyatakan sembuh

Wanita hamil

Dalam pengobatan

seseorang yang sedang dalam pengobatan untuk gangguan pembekuan darah, defisiensi imun, dan penerima produk darah/transfusi tidak boleh vaksinasi

 

Efek Samping Vaksin COVID-19

Secara umum, efek samping yang timbul dapat beragam, pada umumnya ringan dan bersifat sementara, dan tidak selalu ada, serta bergantung pada kondisi tubuh. Efek samping ringan seperti demam dan nyeri otot atau ruam pada bekas suntikan adalah hal yang wajar namun tetap perlu dimonitor.

Melalui tahapan pengembangan dan pengujian vaksin yang lengkap, efek samping yang berat dapat terlebih dahulu terdeteksi sehingga dapat dievaluasi lebih lanjut. Manfaat vaksin jauh lebih besar dibandingkan risiko sakit karena terinfeksi bila tidak divaksin.

Bagaimana jika ada reaksi setelah vaksinasi?

Setelah selesai divaksin, peserta akan mendapatkan kertas berisi informasi kontak yang bisa dihubungi jika mengalami keluhan kesehatan setelah vaksinasi.

Jenis-jenis Vaksin yang akan Digunakan di Indonesia

Berikut ini adalah beberapa jenis vaksin yang telah disetujui oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia:

 

Pfizer

Negara asal: Amerika Serikat

Bahan dasar: mRNA

Suhu penyimpanan: -70oC

Klaim efektivitas: Efikasi sebesar 94–95%

Tahap uji klinis: Telah melewati uji klinis fase 3 dan mendapatkan Izin Penggunaan Darurat (EUA) dari U.S. Food & Drug Administration (FDA)

Efek samping: Nyeri di lokasi penyuntikan, rasa lelah, sakit kepala, menggigil, nyeri sendi, dan demam

 

Sinovac

Negara asal: Cina

Bahan dasar: Virus yang dimatikan (inactivated virus)

Suhu penyimpanan: 2–8oC (suhu kulkas)

Klaim efektivitas: Efikasi sekitar 65,3% (di Indonesia)

Tahap uji klinis: Sudah melewati uji klinis fase 3 dan mendapatkan Izin Penggunaan Darurat (EUA) dari BPOM

Efek samping: Nyeri atau kemerahan di lokasi penyuntikan, nyeri otot, demam, dan sakit kepala

Alasan bisa dibawa ke Indonesia:

Penyimpanannya bisa menggunakan kulkas atau cool box, sehingga proses distribusi vaksin dan pelaksanaan vaksinasinya lebih mudah.

Vaksin Sinovac termasuk dalam 10 kandidat vaksin paling cepat dan menggunakan metode pembuatan yang sudah dikuasai oleh perusahaan lokal, seperti Bio Farma.

 

Moderna

Negara asal: Amerika Serikat

Bahan dasar: mRNA

Suhu penyimpanan: -20oC

Klaim efektivitas: Efikasi sebesar 94,5%

Tahap uji klinis: Telah melalui uji klinis fase 3 dan mendapatkan Izin Penggunaan Darurat (EAU) dari U.S. Food & Drug Administration (FDA)

Efek samping: Nyeri, bengkak dan kemerahan di lokasi penyuntikan, rasa lelah, sakit kepala, nyeri otot, menggigil, demam, serta mual dan muntah

 

Oxford/AstraZeneca

Negara asal: Inggris

Bahan dasar: Viral vector

Suhu penyimpanan: 2–8oC (suhu kulkas)

Klaim efektivitas: Efikasi sebesar 62-75%

Tahap uji klinis: Telah melewati uji klinis fase 3 dan mendapatkan Izin Penggunaan Darurat dari Otoritas Inggris

 

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Lansia Menerima Vaksin Covid-19

Ada prosedur spesifik dan berbeda untuk melakukan vaksinasi kepada lansia tersebut. Untuk penyuntikan menggunakan vaksin Sinovac, interval penyuntikan khusus untuk lansia adalah 28 hari,  Tak hanya berkaitan dengan interval penyuntikan, ada tahapan lain yang diberlakukan kepada lansia. Untuk tekanan darah dan suhu, sama dengan kategori lain, yaitu suhunya mesti 37,5 derajat celsius ke bawah dan tekanan darahnya tidak boleh lebih dari 180/110 mmHg. Yang berbeda adalah yang berkaitan dengan kondisi fisik, ada tambahan pertanyaan pada tahapan wawancara terkait hal itu sebelum dilakukan penyuntikan kepada lansia. Ini adalah wujud aspek kehati-hatian.

Beberapa pertanyaan tambahan tersebut antara lain:

  • Apakah mengalami kesulitan untuk naik 10 anak tangga?
  • Apakah sering merasa kelelahan?
  • Apakah memiliki paling sedikit 5 dari 11 penyakit (Hipertensi, diabetes, kanker, penyakit paru kronis, serangan jantung, gagal jantung kongestif, nyeri dada, asma, nyeri sendi, stroke, dan penyakit ginjal)?
  • Apakah mengalami kesulitan berjalan kira-kira 100-200 meter?
  • Apakah mengalami penurunan berat badan yang bermakna dalam setahun terakhir?

Apabila ada tiga atau lebih jawaban “ya” pada pertanyaan tersebut, maka vaksin tidak dapat diberikan. Oleh karena itu, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, calon penerima vaksinasi kategori lansia diharapkan memberikan keterangan sesuai dengan kondisi sebenarnya. Ini juga dilakukan agar efek vaksin yang diberikan bisa bekerja maksimal.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments