RSU Universitas Kristen Indonesia

Jl. Mayjen Sutoyo No.2, RT.5/RW.11, Cawang, Kec. Kramat jati, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13530

Tetap Sehat Pasca Terkena Covid-19

dr. Erida Manalu, Sp.K

Setelah dinyatakan sembuh dari Covid-19, sebagian penyintas masih merasakan gejala yang berkepanjangan. Oleh karena itu, penyintas Covid-19 disarankan melakukan sejumlah pemeriksaan dan perawatan pasca-sembuh dari Covid-19.

Pemeriksaan pasca-sembuh dari Covid-19 ini juga penting bagi penyintas yang mengalami long Covid atau gejala yang berkepanjangan berbulan-bulan setelah dinyatakan negatif dari Covid-19. Gejala long Covid meliputi kelelahan, sesak napas, nyeri dada, hingga pusing. Pemeriksaan lanjutan setelah sembuh dari Covid-19 yang diperlukan akan tergantung pada kondisi dan gejala yang masih dirasakan pasien.

Berikut sejumlah pemeriksaan dan perawatan yang dapat dilakukan pasca sembuh dari Covid-19 :

D-Dimer

D-Dimer adalah pemeriksaan laboratorium yang memberikan gambaran ada atau tidaknya penggumpalan di dalam darah. Dengan mengetahui angka D-Dimer, tenaga medis dapat menentukan terapi yang tepat untuk meningkatkan prognosis (kesembuhan) pasien. Semakin tinggi kadarnya, makin besar risiko pasien mengalami sumbatan akibat penggumpalan darah.

Vit-D-25-OH

Vit-D-25-OH adalah test yang bertujuan untuk mengetahui kadar vitamin D di dalam tubuh seseorang dengan tujuan untuk menyelidiki masalah yang berkaitan dengan metabolisme tulang, kadar mineral dalam darah, atau fungsi paratiroid, suatu kelenjar mengatur kadar kalsium dalam darah.

Vitamin D sendiri dapat memperkuat imunitas bawaan sehingga diharapkan dapat menurunkan infeksi dan penyebaran Covid-19. Vitamin D cukup berperan penting pada risiko COVID-19, di mana jika pasien dinyatakan positif Covid-19, kemungkinan besar pasien kekurangan vitamin D.

Anti Sars Cov / Serologi

Anti Sars Cov / Serologi adalah test yang bertujuan untuk mengetahui jumlah antibodi atau kekebalan tubuh yang terbentuk khususnya antibodi terhadap virus Covid-19. Munculnya antibodi virus Covid-19 ini bisa disebabkan oleh:

  • Pernah terinfeksi virus Covid-19
  • Sudah mendapatkan vaksin Covid-19

Dalam kasus donor plasma konvalesen, seseorang dengan angka serologi yang tinggi memiliki potensi untuk menyumbangkan plasma darahnya kepada pasien virus Covid-19.

CT scan paru

Covid-19 menyerang paru-paru dan saluran pernapasan. Setelah sembuh dari infeksi virus corona, paru-paru dapat menjadi organ yang paling terdampak. Disarankan agar penyintas melakukan CT scan paru-paru untuk melihat kondisi organ secara menyeluruh, terutama jika penyintas mengalami kesulitan bernapas seperti sesak napas. Konsultasikan dengan dokter mengenai hasil CT scan paru untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat.

USG jantung

Echocardiography atau USG jantung juga dapat dilakukan untuk melihat fungsi jantung. Menurut Vito, pemeriksaan ini perlu dilakukan pada pasien yang sebelumnya mengalami miokarditis atau peradangan otot jantung.

Pemeriksaan pada organ lain

Manifestasi atau komplikasi Covid-19 sangat beragam pada sejumlah pasien. Oleh karena itu, pemeriksaan ulang bisa disesuaikan dengan gejala yang muncul misalnya pada saluran pencernaan atau pada kulit.

 

 

 

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments